Wednesday, February 14, 2007

Indahnya Memberi

Cinta itu indah. Karena ia bekerja dalam ruang kehidupan yang luas. Dan inti pekerjaanya adalah memberi. memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia karenanya.
para pecinta sejati hanya menegnal satu pekerjaan bsar dalam hidup mereka yaitu memberi, terus menerus memberi dan selamanya begitu
Menerima? mungkin, atau bisa juga jadi pasti! tapi itu efek, hanya efek. Efek dari yan mereka berikan. Seperti cermin kebaikan yang memantulkan kebajikan yang sama. Sebab adalah hakikat dialam kebajikan bahwa setiap satu kebajikan yang kita lakukan selalu mengajak saudra-saudara kebajikan lain untuk dilakukan juga.
iu juga yang membedakan para pecinta sejai dengan para pecinta palsu. Kalau kamu mencintai seseorang dengan tulus ukuran ketulusan dan kesejatian cinta mu adalah apa yang kamu berikan padanya untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik, maka kamu adalah air, maka kamu adalah matahari. Ia tumbuh dan berkembang dari siraman airmu,ia besar dan berbuah dari sinar cahaya mu.
Para pencinta sejati tidak suka berjanji, tapi begitu mereka memutuskan untuk mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. setiap satu rencana memberi tereralisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemi dalam hati orang yang dicintai. Janji menerbitkan harapan, tapi pemberian melahirkan kepercayaan.
bukan hanya itu, rencana memberi yang terus terrealisasi menciptakan ketergantungan. seperti pohon tergantung dari siraman air dan cahaya matahari, itu ketergantungan produktif. Ketergantungan yang menghidupkan. Digaris hakikat ini, cinta adalah cerita ttg seni menghidupkan hidup. mereka menciptakan kehidupan bagi orang-orang hidup. karena itu kehidupan yang mereka bangun sering tidak disadari oleh orang2 yang menikmatinya. tapi begitu sang pemberi pergi, mereka segera merasakan kehilangan yang menyayat hati. Tiba-tiba ada ruang besar yang kososng tak berpenghuni. Tiba-tiba ada kehidupan yang hilang tak berpenghuni. Tiba-tiba ada kehidupan yang hilang.
Barangkalisuatu saat kamu tergoda untuk menguji dirimu sendiri,apakah kamu seorang pecinta sejati atau pecinta palsu. caranya sederhana, simak dulu pesan Umar bin Khattab ini...hanya ada satu dari dua perasaan yang mungkin dirasakan oleh setiap orang saat pasangan hidupnya wafat, merasa bebas dari dari beban hidup atau merasa kehilangan tempat bergantung.
sekarang bertanyalah pada pasangan hidup anda tanpa ia ketahui, jika aku mati sekarang apakah kamu akan merasa bebas dari sebuah beban atau akan merasa kehilangan tempat bergantung? Kalau dia merasa kehilangan, maka langit hatinya akan ada mendung pekat yang mungkin menurunkan hujan air mata yang amat deras. Jika tidak mungkin senyumnya merekah sambil berharap bahwa kepergian mu akan memberinya kesempatan baru untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
By' Anis Matta.

Tuesday, February 13, 2007

Sajak Seorang Tua Untuk Istrinya

Hmmm...ada sajak bagus banget dari WS Rendra....simak ya...

Aku tulis sajak ini untuk menghibur hati mu.
sementara kau kenangkan masa masa remaja kita yang gemilang dan juga masa depan kita yang hampir rampung dan dengan lega kita bungkus.
kita tidak sendiri dan terasing dengan nasib kita,karena soalnya adalah hukum bagi sejarah dunia.
suka duka kita bukanlah istimewa, karena tiap orang mengalaminya. Hidup bukanlah untuk mengeluh dan mengadu,hidup adalah untuk mengolahnya, bekerja membalikkan tanah, memasuki rahasia langit dan samudera.
Tegar menyandang tugas, karena tugas adalah tugas, bukan demi surga dan neraka, tapi demi kehormatan kita sebgai manusia.
Karena sesungguhnya kita bukan debu, meski kita telah reyot dan tua renta, karena kita adalah kepribadian dan harga kita adalah kehormatan.
Tolehlah lagi ke belakang, ke masa silam, tak seorang pun kuasa menghapuskan.
Lihatlah betapa tahun-tahun kita penuh warna.....
90 tahun yang dibelai nafas kita..
90 tahun yang selalu bangkit melalui tahun-tahun lama yang porak poranda..
Dan kenangkanlah...bagaimana kita tersenyum melewati langit dan bumi..
Tersenyum bukan sandiwara, tapi karena senyum adalah sedekah.
Kenangkanlah..karena kita selalu menolak untuk menjadi goyah, kita menjadi bongkok karena usia leboh kuat dari kita, tapi bukan karena kita terkalahkan...
Aku tulis sajak ini untuk menghibur hatimu..
kenangkanlah oleh mu..bahwa kita ditantang 100 dewa.....

Monday, February 12, 2007

hikmah

menjadi kuntum bunga yang mekar...berikan semerbak wangi pada hari,hadirkan kesejukan kala pagi menyapa...hadirkan yang terbaik saat di dunia untuk bekal perjalanan panjang,sebelum kuntumnya layu,kering dan berjatuhan diterjang angin,yang akhirnya terkubur bersama bumi...